Menurutmu sekolah mana yang "is the best?" Tentu saja jawabanya relatif. Namun ada juga yang mengunggulkan sekolahnya sendiri. Begitu pula aku. Sekolah gue tu yang paling oke... : ) Kok bisa?? Jani begini...
Sekolah yang baik tu yang gak deskriminasi. Yaitu sekolah yang bisa dan mampu membina siswa-siswa yang multi potensi dan kompetensi (bermacam kemampuan), baik anak yang cerdas, pintar, bodho, rajin, males, sopan, huraan, plonga-plongo, lholak-lholok, dll. Jadi bukan sekolah yang super selektif (pake saringan tahu). soalnya kita pikir deh, kalo anak dah pinter gak usah capek-capek diajari aja udah paham belajar sendiri. Gak usah ada peraturan ketat kayak penjara aja udah taat-taat & rajin-rajin. Beda dengan sekolah yang siswa-siswanya macam-macam kayak gado-gado/rujak. Gak cukup sekali dua kali diajari semua bisa langsung paham. Gak cukup dengan tugas dan PR murid mau belajar. Musti di tilang (BP) baru mau taat. Mungkin perlu sipir penjara pa ya? Bisa jadi...
Sekolah favorite dapat prestasi itu sih biasa, tapi kalo sekolah biasa, dipandang ecek-ecek : ) bisa berprestasi itu baru "Luar Biasa".
Maka dari itu sekolah yang baik itu justru tidak terlalu pilih kasih dan super mahal, tapi yang siap dan mampu membimbing anak bagaimanapun kondisinya. Sekolah yang sukses adalah sekolah yang mampu membina anak from zero to hero.
Terlepas dari itu semua, gue dan loe yang masih bertastus "pelajar", mari kita tingkatkan kualitas diri dan buktikan bahwa kita termasuk super hero yang tidak bergantung tempat. Karena mutiara tetaplah indah dimanapun ia berada... : )
Rabu, 21 Mei 2014
Jumat, 16 Mei 2014
Amanah yang Terlepas
Bisa nggak kamu bayangin bahwa kamu lagi mikul sekarung beras? Trus gimana perasaanmu klo karung yang kamu pikul sekian lama itu dipindahkan atau diturunkan? Lha klo ternyata yang kita pikul tu "gunung" gimana coba? (lebaymen)
Mungkin badan kita terasa amat ringan sampe-sampe kaya' bisa terbang klo kita lompat, ya nggak? bayangin aja : )
Bisa jadi itulah yang aku dan temen-temen rasain sekarang. Beban amanah dan tanggung jawab selama satu periode (satu tahun) lamanya untuk membina adik-adik kelas sebagai pengurus IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) Ranting Khusus Pondok Pesantren Modern Imam Syuhodo periode 2013-2014 telah dilepaskan dari benak kami dan digantikan oleh adik kelas.
Ya, amat menantang dan spektakuler kalo ngebayangin review hal-hal yang telah kami lalui bersama anggota. Gimana tidak, mulai dari bangun tidur sampe tidur lagi kami mengawasi, membimbing dan memonitoring mereka. Itulah bedanya pengurus organisasi dalam pesantren dan diluar pesantren.
Dan hanya kepada Allah-lah kami memohon, Dialah sebaik-baik pemberi balasan.
Mungkin badan kita terasa amat ringan sampe-sampe kaya' bisa terbang klo kita lompat, ya nggak? bayangin aja : )
Bisa jadi itulah yang aku dan temen-temen rasain sekarang. Beban amanah dan tanggung jawab selama satu periode (satu tahun) lamanya untuk membina adik-adik kelas sebagai pengurus IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) Ranting Khusus Pondok Pesantren Modern Imam Syuhodo periode 2013-2014 telah dilepaskan dari benak kami dan digantikan oleh adik kelas.
Ya, amat menantang dan spektakuler kalo ngebayangin review hal-hal yang telah kami lalui bersama anggota. Gimana tidak, mulai dari bangun tidur sampe tidur lagi kami mengawasi, membimbing dan memonitoring mereka. Itulah bedanya pengurus organisasi dalam pesantren dan diluar pesantren.
Dan hanya kepada Allah-lah kami memohon, Dialah sebaik-baik pemberi balasan.
Kamis, 15 Mei 2014
HUKUM NEWTON 3 dan SUKSES
Oke, di awal catatanku.... Q mo sharing bareng tentang fisika, nasib, keyakinan dan sukses. Sebenernya sih q gak tau banyak tentang fisika apalagi sukses, tapi ada satu hal yang kupelajari dari nasibku. Bahwa keberhasilan seseorang bisa dikaitkan dengan rumus-rumus fisika. Sukses bisa dikaitkan dengan Hukum Newton III. Apa itu Hukum Newton III..? yaitu rumus Aksi-Reaksi.
Aku sudah beberapa kali ikut lomba tingkat daerah maupun eks daerah. diantaranya debat, dua kali ikut q slalu gak nyiapin diri sebaik mungkin. H -1 baru bahas bahkan gak tuntas. Saat cabut berangkat malah ngantuk, and grogi. Sebenarnya dalam hati q sudah kurang yakin, eh ternyata benar gak lolos. Lomba baca kitab juga sama, beladiri tapak suci juga, dll.... Temanku, H-14 sudah nyiapin materi buat lomba karya ilmiahnya. Padahal mereka bukan prediksi kandidat juara eh... malah juara 1 se eks-karsidenan Surakarta.
Dari situ ku mengetahui bahwa hukum Newton 3 berlaku disini. Yaitu ada aksi maka ada reaksi. Selama ada usaha maka akan ada hasil. Maka keberhasilan dan kesuksesan tidak akan bisa diraih kecuali adanya aksi (sikap, perbuatan, usaha). Reaksi akan berbanding lurus dengan aksinya. Maka hasil suatu perbuatan tergantung dengan usaha yang dilakukan. Semakin ia bersungguh-sungguh berusaha dan menyiapkan diri maka peluang keberhasilan dan sukses akan semakin besar.
Terlepas dari itu semua bagi seorang yang berkeyakinan, tentunya tidak melupakan peran nasib dan taqdir dalam keberhasilan seseorang. Seperti kata orang-orang, "Orang bodho kalah sama orang pinter, orang pinter kalah sama orang bejo."
Rumus pintarnya: HUKUM NEWTON 3 = AKSI - REAKSI = USAHA - HASIL = USAHA MAX + DO'A+ BEJO (taqdir) = SUCCESS
Langganan:
Postingan (Atom)

